oleh

Jelang 1 Sura, Empat Orang Tewas Tertimbun Tebing Longsor

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Bulan Jawa Sura adalah bulan yang khas bagi orang Jawa. Bulan yang merupakan awal tahun Jawa dipercaya sering terjadi musibah. Bahkan orang Jawa pada umumnya tidak akan menikahkah anaknya pada bulan ini, karena takut kena bencana.

Nah, menjelang tanggal 1 Sura, yang jatuh pada Rabu malam (19/8/20) ini empat orang tewas akibat longsor. Kejadian perama di tebing tambang batu padas  di Dusun Pasiraman, Desa Katekan, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan Jateng  dan kejadian kedua di Desa Sendangmulyo, Kecamatan Ngawen, Blora, Jawa Tengahpada Rabu pagi (19/8/2020).

Kejadian di Brati Grobogan i berawal ketika tiga warga bernama Julianto, Suwadi, dan Ridwan mengumpulkan batu di lahan galian C milik Sriyati. Ketiga tertimbun longsoran batu dan tewas.

Baca Juga  Tiga Tahun Beroperasi, Semen Gresik Bangun Infrastruktur Desa Sekitar Pabrik

Selang sekitar 30 menit kemudian, datang sebuah truk masuk ke lokasi hendak membeli batu. Julianto dan rekan-rekannya langsung menaikkan batu ke dalam truk. Tiba-tiba, tebing batu di belakang truk longsor.

Tiga orang masing-masing Julianto, Suwadi, dan Ridwan tewas tertimbun. Demikian juga truk yang sedianya akan mengangkut batu dari tambang galian C tersebut.

“Kejadiannya pukul 09.00 WIB, saat pekerja sedang meletakkan batu ke atas truk. Tiba-tiba tebing di belakang truk longsor dan menimpa truk. Yang dua berhasil menyelamatkan diri,” kata Camat Brati Joko Supriyanto seperti dikutip suarabaru.id gruo siberindo.co.

Petugas BPBD, PMI Grobogan, dan Polsek Brati melakukan evakuasi terhadap ketiga korban. Petugas Inafis melakukan olah TKP.

Baca Juga  Pemkab Wonogiri Siap Percepat Vaksinasi yang Sudah Capai 40 Ribu Orang
Inilah lokasi ditemukannya Suparno yang tewas tertimbun tambang
tanah merah bahan batu bata. Foto : SB/Wahono

Di Blora

Peristiwa serupa juga terjadi di Desa Sendangmulyo, Kecamatan Ngawen, Blora, Jawa Tengah, yang mengakibatkan tewasnya Suparno (50), warga desa setempat.

Bila di Brati, Kabupaten Grobogan kejadian di lahan tambang galian C, kejadian di Blora di kawasan tambang tanah yang digunakan untuk pembuatan batu bata. “Awalnya saya curiga hanya ada alat cangkul dan keranjang. Saya cari ke rumahnya tidak ada, dan ternyata Sunarto ketemu tertimbun longsoran tanah,” ungkap Sujiman (44) tetangga korban kepada suarabaru.id grup siberindo.co.

Melihat kejadian itu, Sujiman langsung memberitahu keluarga, tetangga, dan perangkat desa setempat. Kejadian itu diinformasikan ke Polsek Ngawen, Polres Blora.

Mendapat informasi ada tambang batu bata longsor, Kapolsek Ngawen, Iptu (Pol) Sunarto bersama sejumlah anggotanya langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP). Kapolsek Ngawen membenarkan korban tewas setelah tebing setinggi 4,75 meter longsor dan menimbun tubuhnya. Musibah itu terjadi Rabu pagi sekitar pukul 05.15 WIB.

Baca Juga  Petugas Terminal Bus Induk Wonogiri Dites Swab untuk Pengamanan Natal-Tahun Baru

Sebelum tanah longsor, lanjut Iptu (Pol) Sunarto, korban sedang mencangkul tanah untuk bahan batu bata. Tiba-tiba tebing yang berada di atasnya longsor menimpanya dan korban tewas seketika di TKP.

“Pagi sekitar pukul 04.30 WIB, korban berangkat sendirian lokasi kerja pengambilan tanah merah untuk pembuatan batu bata,” terang Kapolsek Ngawen.

Menurut Sunarto, saat kejadian tanah longsor, Suparno kerja sendirian, sehingga tidak ada yang melihat musibah itu.

Hana Eswe/Wahono

Komentar

News Feed