oleh

Pemkab Wonogiri Siap Percepat Vaksinasi yang Sudah Capai 40 Ribu Orang

WONOGIRI – Capaian vaksinasi di Kabupaten Wonogiri sampai dengan tanggal 24 Mei 2021 sebanyak 40.065 orang. Pemerintah kabupaten juga siap untuk terus melakukan percepatan vaksinasi.

Demikian disampaikan Bupati Wonogiri Joko Sutopo, usai acara Upacara Pembukaan Musyawarah Cabang Gerakan Pramuka Kwarcab Wonogiri, di Kompleks Setda setempat, Selasa (25/5/2021). Menurutnya, capaian tersebut tidak bisa dikatakan besar atau kecil.

“Kabupaten Wonogiri, pemerintah daerah tidak memiliki otoritas untuk mencapai berapa persen vaksinasi. Yang kita pastikan adalah berapa kuota, berapa vial vaksin yang didistribusikan ke Kabupaten Wonogiri, kita pastikan akan segera kita implementasikan dengan melakukan vaksinasi,” ujar bupati.

Baca Juga  12.754 Nakes Kota Semarang Jalani Vaksinasi Kedua

Jekek, sapaan akrabnya, menyampaikan, seluruh fasilitas vaksinasi sudah siap di Kabupaten Wonogiri. Sebanyak 399 orang vaksinator siap memberikan layanan di 39 fasilitas kesehatan, yakni 34 Puskesmas dan lima rumah sakit. Dari segi anggaran dan properti pendukung lainnya pun siap.

“Tidak ada kendala di kami. Tinggal kami menunggu kebijakan pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi, berapa kuota yang didistribusikan di Kabupaten Wonogiri,” katanya.

Baca Juga  KSAD Dudung Disebut Sosok Jenderal Intelektual Yang Layak Diteladani

Guna menunjang percepatan pelaksanaan vaksinasi, Pemerintah Kabupaten Wonogiri juga telah menggelar vaksinasi pendampingan bagi para kelompok lanjut usia atau lansia di rumah Bupati Wonogiri, Desa Jaten, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Selasa (18/5/2021) lalu.

Jekek menuturkan, yang dimaksud dengan vaksinasi pendampingan yakni satu kader melakukan sosialisasi atau mendampingi kepada lima lansia agar bersedia divaksin. Hal itu untuk mempercepat upaya vaksinasi.

Baca Juga  Pemkab Boyolali Perpanjang PPKM Mikro

Pemilihan lokasi vaksinasi dilakukan di rumah tokoh. Adapun pendampingan dari para kader desa akan menimbulkan pemahaman berbasis kultural. Masyarakat akan menjadi lebih teredukasi dalam memahami vaksinasi.

“Setelah digelar di Desa Jaten, pemkab dan Satgas akan melakukan evaluasi terkait efektivitas vaksinasi yang digelar di rumah tokoh. Jika menimbulkan pemahaman yang baik bagi lansia, akan dimodifikasi dan dikembangkan ke masing-masing kecamatan,” terangnya. (*/cr1)

Sumber: jatengprov.go.id

News Feed