Prestasi membanggakan ditorehkan peternak muda dari Kecamatan Ambarawa. Berkat ketekunan Satria Aji Nur Rifki, warga Temenggungan RT 7 RW 3, domba pedaging jenis Sakub peliharaannya berbobot 132 kg, berhasil meraih juara II Lomba Domba Ekstrem Piala Gubernur Jawa Tengah 2026.
Lomba digelar dalam rangka Jambore Inseminator tingkat Jawa Tengah oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, di lapangan Komplek Perkantoran Tarubudaya, Ungaran, Jumat (22/5/2026) pagi.
Atas prestasinya itu, Satria menerima piala Gubernur Jawa Tengah kategori ekstrem powel jantan, yang diserahkan Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno.
Satria menuturkan, domba jenis Sakub merupakan jenis lokal yang berasal dari Brebes. Berbekal pengetahuan yang didapat di bangku kuliah, Satria yang merupakan mahasiswa Fakultas Peternakan Undip Semarang, bisa membesarkan domba anakan menjadi pejantan tangguh andalan.
Sebelumnya, lanjut Satria, domba Sakubnya pernah memiliki bobot 144 kg. Ketika itu bisa meraih sembilan piala dan 20 piagam penghargaan. Bahkan saat kontes di tempat asalnya di Brebes, peliharaannya dinobatkan sebagai domba terbaik.
“Kunci keberhasilan ada pada pilihan bibit, perawatan, dan pakan,” terangnya.
Di Loco Farm yang dikelolanya bersama sang kakak, hanya ada satu domba Sakub yang menjadi pejantan. Sedangkan 50 ekor lainnya jenis lokal.
Dia menambahkan, peternakan milik keluarga itu baru didirikan Januari 2025 lalu. Sedangkan dirinya mulai membesarkan domba Sakub sejak awal tahun ini.
Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno berharap, Kementerian Pertanian RI dapat meningkatkan kemampuan dan peran petani lokal, guna mendukung peningkatan produksi daging hewani ruminansia.
“Masak Indonesia seluas ini tidak bisa swasembada daging. Bagaimana produksi ternak dengan efisien,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares menyampaikan, prediksi populasi ternak di Jateng mencapai 6.413.010 ekor. Terdiri 1.393.159 ekor sapi, 1.421.246 ekor domba, dan 3.598.605 ekor kambing.
Besarnya populasi itu, kata Defransisco menunjukkan Jawa Tengah sebagai salah satu daerah penyangga utama subsektor peternakan nasional, khususnya komoditas ternak ruminansia.
Ditegaskannya, inseminator menjadi ujung tombak pelayanan reproduksi ternak untuk meningkatkan populasi ternak.
“Saat ini ada 766 inseminator yang tersebar di seluruh Jawa Tengah,” pungkasnya.










