WONOGIRI – Petugas pemakaman jenazah pasien Covid-19 di Wonogiri berlangsung hingga tengah malam. Empat jenazah dimakamkan dengan protokol kesehatan (Prokes) pencegahan Covid di Kabupaten Wonogiri, Minggu (3/1) di empat lokasi terpisah, yaitu di Kecamatan Wonogiri Kota, Jatisrono, Sidoharjo dan Kecamatan Ngadirojo.
Ini menjadi pemakaman secara Prokes yang ke-64 kalinya dalam tempo 33 hari terakhir ini di Kabupaten Wonogiri. Dengan adanya penambahan penguburan empat jenazah tersebut, setidak-tidaknya itu menjadi pemakaman secara Prokes pencegahan pandemi Covid di Kabupaten Wonogiri yang kini totalnya mencapai sebanyak 141 jenazah.
Keempat jenazah dengan jenis kelamin wanita semua tersebut, merupakan pasien dari empat Rumah Sakit (RS). Yakni masing-masing satu jenazah dari RS Dokter Oen Solo Baru Kabupaten Sukoharjo dan RS Kasih Ibu Surakarta, serta dua jenazah dari RS di Kabupaten Wonogiri (dari RSUD Dokter Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri dan dari RS Medika Mulya Ngadirojo).

TPU Wonokarto
Minggu menjelang dinihari tadi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, menyatakan, yang pertama kali dikuburkan adalah jenazah Ny TMN (63), warga yang Wonokarto, Wonogiri Kota..
Penguburan kedua, dilakukan pada jenazah Ny WKJ (60), penduduk Dusun Sendangrejo, Desa Gondangsari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri. Penguburan ketiga, jenazah Ny SR (53), warga Desa Kebon Agung, Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri.
Untuk penguburan keempat, dilakukan pada jenazah Ny SKJ (65), penduduk Dusun Gobeh, Desa Gedong, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri. Tindakan pemulasaraan jenazahnya, dilakukan oleh pihak RSUD Dokter Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri, tempat yang bersangkutan menjalani perawatan sampai meninggal.
Penguburan keempat jenazah wanita tersebut, dilakukan oleh Satgas Pemakaman Tim Covid Kabupaten Wonogiri. Terdiri atas personel dari BPBD Kabupaten Wonogiri, prajurit TNI Kodim 0728, anggota Polres Wonogiri, bersama para relawan dari berbagai komunitas yang eksis di Kabupaten Wonogiri, dan memiliki ketrampilan dalam menangangi jenazah secara Prokes Covid.
Mereka itu terdiri atas relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI), relawan dari tingkat kelurahan, dari Komunitas Relawan Independen (KRI) dan dari Search And Rescue (SAR) Majelis Tafsir Alquran (MTA). Prosesi penguburannya, disaksikan oleh jajaran Forkompimcam dari empat kecamatan bersama Tim Medis dari Puskesmas Wonogiri, Ngadirojo, Sidoharjo dan Jatisrono, para aparat pemerintah desa/kelurahan di empat lokasi, beserta perwakilan dari keempat keluarga almarhumah.
Bambang Pur-wied










