KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus mengutamakan pemberian vaksin Covid-19 yang akan diterima dari Pemprov Jateng sebanyak 6.000 vaksin, untuk seluruh tenaga kesehatan.
“Untuk sementara prioritasnya untuk tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan , dan tenaga pendukung fasilitas layanan kesehatan. Sedangkan untuk TNI dan Polri belum termasuk,” kata Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kudus Hartopo, Kamis (17/12)..
Demikian halnya untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kudus, juga belum mendapatkan alokasi vaksin tersebut.
Meskipun sudah ada vaksin, dia mengajak masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari disiplin memakai masker, rajin mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.
Ia juga mengingatkan ketika makan di warung atau tempat umum, untuk tidak berbicara dengan teman atau orang lain ketika tidak bermasker. Berbeda ketika sudah memakai masker, dipersilakan mengobrol demi mencegah penularan virus corona.
“Masyarakat harus paham bagaimana penularan virus tersebut. Jika perlu pakai pelindung wajah atau face shield,” ujarnya, seperti dikutip dari suarabaru.id grup siberindo.co.
Tanpa dukungan masyarakat, maka upaya pemkab menuju zona aman sulit dicapai. Karena hingga kini Kabupaten Kudus masih bertahan di zona oranye, dengan penularan virus corona tingkat sedang.
Sementara itu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus mencatat adanya tambahan 56 kasus positif baru, pada Selasa (15/12/2020) malam. Sehingga total kasus menjadi 3.070 pasien.
Tm-cl









