WONOGIRI – Pasar tradisional di ibukota Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, sempat ditutup karena ada pedagang yang terkena covid-19. Namun kini telah dibuka kembali.
Plt Bupati Wonogiri Edy Santosa, mengambil tindakan penutupan Pasar Sidoharjo selama hari hari. Ini dilakukan, menyusul setelah diketahui ada tujuh pedagang dan tiga anggota keluarganya yang terpapar Corona Virus Disease (Covid)-19. Penutupan bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran wabah virus corona.
Baca juga Seorang Ayah Cabuli Anak Tiri Hingga Hamil
Namun pemerintah setempat membuat ketentuan, pedagang yang tidak menjalani tes swab, dilarang berjualan. Untuk pengawasan, diturunkan tim gabungan TNI-Polri, Satpol-PP bersama aparat dari dinas terkait.
Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing melalui Kasubag Humas Polres Iptu Suwondo dan Paur Subag Humas Aipda Iwan Sumarsono, menyatakan, tim gabungan melakukan tugas sweeping kepada para pedagang yang belum menjalani menjalani tes swab.
“Baik yang berjualan di pasar induk dan pasar sub pasar induk di kompleks terminal, di pasar kayu, dan di pasar hewan,” kata Aipda Iwan.
Para personel yang melakukan pemantauan pedagang pascapenutupan Pasar Sidoharjo, terdiri atas jajaran Polres Wonogiri dipimpin Kasat Sabhara AKP Sugihantoro bersama Kasubag Bin Ops Iptu Supardi, dan Kapolsek Sidoharjo AKP Bariman, dengan menyertakan Katemsus Harimau.
Baca juga Nekat! Sepasang Kekasih Curi Motor Polisi
Untuk langkah penertiban, juga digelar operasi yustisi penegakan disiplin (Gaplin) Prokes di Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri. Tim gabungan TNI-Polri menjaring lima orang karena tidak memakai masker.

Melibatkan TNI
Regu Satpol-PP dipimpin Kepala Satpol-PP Kabupaten Wonogiri, Waluyo. Selain itu juga menyertakan para personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang dipimpin Kepala BPBD Kabupaten Wonogiri, Bambang Haryanto. Juga melibatkan anggota TNI dari Koramil Sidoharjo Kodim 0728 Wonogiri dan aparat Kantor Kecamatan setempat pimpinan Camat Sarosa.
Dalam melaksanaan tugasnya, tim gabungan juga melakukan sosialisasi pemahaman kepada para pedagang dan pengunjung pasar, tentang pemahaman untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan. Yakni memakai masker, rajin cuci tangan memakai sabung (CTMS), jaga jarak dan menghindari kerumunan.
Petugas memberikan teguran, ketika mendapati pengunjung dan bakul yang tidak bermasker. Juga mengingatkan cara memakai masker yang benar, tidak sekedar digantungkan di leher atau tidak untuk menutupi hidung dan mulutnya.
Bambang Pur-wied










