oleh

Nawal Yasin Ajak Kader PKK Jateng Kembangkan Potensi Lokal Jadi Usaha

JATENG.SIBERINDO.CO – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mendorong kader PKK di 35 kabupaten/ kota untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal di daerah masing-masing.

Menurutnya, potensi yang dimiliki setiap daerah dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga. Upaya itu diperkuat melalui program Kelompok Usaha Berbasis Keluarga (Kapulaga), yang merupakan pengembangan dari Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).
Hal itu disampaikan Nawal Arafah, saat membuka kegiatan Pelatihan Manajemen Usaha di Gedung Sentra Industri Kreatif dan Kerajinan (SIKK), Desa Karangtengah, Kabupaten Sragen, Jumat (14/8/2026). Menurutnya, pengembangan kearifan lokal terus didorong, agar program UP2K di Jateng terus berkelanjutan.
“Kita menyusun program UP2K ini yang berkelanjutan, sesuai dengan kearifan lokal di Jawa Tengah, sesuai dengan potensi yang ada, sehingga kita meramu menjadi inovasi program kita sebut sebagai Kapulaga,” kata istri Wakil Gubernur Jateng tersebut.
Nawal menegaskan, pengembangan usaha melalui Kapulaga tidak boleh berhenti pada pelatihan. Kader dan kelompok usaha perlu mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan, mulai dari mengenali potensi, hingga memastikan produk mampu dipasarkan.
Kekuatan kader PKK juga menjadi salah satu modal penting dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Berdasarkan data SIM PKK 2025, terdapat 212.823 unit PKK di tingkat RT, 452.426 dasa wisma, serta sekitar 2,3 juta kader PKK yang tersebar di 35 kabupaten/ kota di Jawa Tengah.
Untuk memastikan pengembangan usaha berjalan berkelanjutan, Kapulaga dilaksanakan melalui empat tahapan.
“Pertama asesmen dulu, kemudian pembentukan kelompok usaha, fasilitasi pelatihan dan dukungan bantuan usaha, keempat pendampingan usaha,” ungkapnya.
Selain penguatan kapasitas usaha, Nawal menyoroti pentingnya memperluas pemasaran produk. Menurutnya, kualitas produk UMKM di Jawa Tengah tidak kalah dengan daerah lain, tetapi masih menghadapi tantangan dalam menjangkau pasar yang lebih luas.
Karena itu, kader yang telah memiliki usaha juga didorong untuk menguasai pemasaran digital. Menurut Nawal, pemanfaatan platform digital dapat menjadi salah satu cara memperluas pasar produk lokal.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jateng ini mencontohkan pengalaman pendampingan Dekranasda Kota Salatiga, yang berhasil meraih omzet Rp13 juta hanya dalam satu jam melalui live shopping.
Nawal optimistis Kabupaten Sragen dapat menjadi salah satu lokasi praktik baik, dalam pengembangan program Kapulaga. Menurutnya, daerah tersebut memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi, salah satunya batik.
“Saya berharap Sragen ini dapat menjadi lokasi praktik baik program Kapulaga. Potensinya sangat banyak, batiknya juga laris manis. Ibu Dekranasda ini selalu aktif pameran di Kriyanusa, Inacraft selalu ikut,” ucapnya.
Melalui penguatan kelompok, pelatihan, pendampingan, dan pemasaran, Nawal berharap potensi lokal di masing-masing daerah tidak hanya berhenti sebagai produk unggulan, tetapi dapat berkembang menjadi usaha yang memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga dan masyarakat.

News Feed