oleh

Ratusan Kendaraan Pemudik Dipaksa Putar Balik

JAMBI– Hari pertama pemberlakukan larangan mudik lebaran (Idul Fitri 1442 H), Kamis (6/5) kemarin, ratusan kendaraan pemudik, mulai dari Bus penumpang, Travel, mobil pribadi, hingga sepeda motor dipaksa putar balik di sejumlah pos penyekatan masuk Provinsi Jambi. Tindakan tegas itu dilakukan petugas karena para pemudik tersebut tidak dilengkapi surat resmi dan persyarakatan yang telah ditentukan.

Data ini diungkapkan Direktur Lalu Lintas Polda Jambi Kombes Pol Heru Sutopo di pos penyekatan perbatasan Jambi-Sumatera Selatan di Tempino, Kecamatan Mestong, Muarojambi, Kamis (6/5) kemarin. Heru yang didampingi Kapolres Muarojambi AKBP Ardiyanto mengatakan pihaknya mengerahkan ratusan personel yang tergabung dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menjaga pos pos penyekatan di sejumlah wilayah perbatasan pintu masuk Provinsi Jambi.

Di Pos penyekatan Tempino misalnya. Menurut Heru ada sekitar 50 personel yang bersiaga disana. Mereka sangat ketat menerapkan aturan larangan mudik tersebut. ‘’Pada hari pertama larangan mudik ini kurang lebih 170 sampai 200 kendaraan yang sudah kita paksa putar balikkan karena tidak memiliki dokumen sesuai aturan berlaku,” kata Heru.

Baca Juga  5.550 Pasien dari COVID-19 Sembuh Di Boyolali

Selain itu, lanjut dia, petugas Operasi Ketupat 2021 di Tempino ini juga melakukan uji cepat Antigen, bagi mereka yang tidak dilengkapi surat bebas Covid-19.

Sementara itu dari Tanjab Barat dilaporkan, ada sebuah Bus penumpang dari Pekanbaru Tujuan Palembang nekat menerobos pos penyekatan di perbatasan Jambi-Riau, di Desa Sungai Badar, Kecamatan Batang Asam, Tanjungjabung Barat. Bus tersebut akhirnya diperintahkan petugas putar balik.

Kapolsek Tungkal Ulu, Iptu Dasep mengatakan bus yang diperintahkan putar balik itu mengangkut enam orang penumpang. “Kita perintahkan putar balik ke daerah asal,” katanya.

Tindakan tegas itu dilakukan, karena para penumpang dan sopir bus tidak dilengkapi dokumen yang sudah ditetapkan. Diantaranya surat keterangan rapid antigen satu orang pun.

Sebelum diperintahkan putar balik, Dasep mengatakan sopir dan kernet terlebih dahulu di lakukan rapid antigen di posko penyekatan. Hasilnya non reaktif.

Lalu dari Tebo juga dilaporkan dua mobil travel jenis mini bus dipaksa putar balik oleh petugas di Pos penyekatan di Desa teluk Rendah, Tebo Ilir. Kapolsek Tebo Ilir Iptu Winarno mengatakan, dua mobil yang dicurigai mengangkut para pemudik dihentikan petugas saat melewati pos penyekatan Tebo Ilir, Sekuitar pukul 10.45 Wib.

Baca Juga  Ganjar Terkesan Biola Bambu asal Kudus di Rumah Mbah Min

Dari pemeriksaan diketahui, mobil tersebut membawa sejumlah penumpang tidak dilengkapi surat izin keluar masuk/surat tugas dan surat keterangan bebas covid 19.

“Kemudian kendaraan tersebut diperintahkan untuk balik arah ke daerah asal,” katanya.

Tidak hanya di Jambi, operasi penyekatan pemudik ini juga berlangsung di seluruh Indonesia. Bahkan Jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro, sampai Pukul 12.00 WIB, Kamis siang sudah menindak 1.070 kendaraan yang terjaring operasi penyekatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, kendaraan tersebut terjaring operasi di Gerbang Tol (GT) Cikarang Barat dan Cikupa. Seluruhnya dikenakan sanksi putar balik ke daerah asal. “Sampai pukul 12.00 WIB siang tadi total sudah 1.070 kendaraan diputarbalikan,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (6/5/2021).

Yusri menuturkan, 1.070 kendaraan yang diputar balik terdiri dari 895 kendaraan pribadi, dan 175 kendaraan umum. Jumlah kendaraan yang diputar balik diperkirakan akan terus bertambah. “Rincian untuk GT Cikupa ada 626. Kendaraan pribadi 519 dan kendaraan umum 77. Untuk GT Cikarang Barat ada 444 kendaraan. Kendaraan pribadi 346 dan kendaraan umum 98. Ini masih berjalan,” jelasnya.

Baca Juga  Pelaku Seni Dapat Lampu Hijau

Diketahui, Operasi Ketupat Jaya 2021 dimulai pada 6 Mei 2021 pukul 00.00 WIB, dan berakhir pada 17 Mei 2021. Petugas akan melakukan penyekatan kepada warga yang hendak mudik. Pemudik yang terjaring operasi langsung diminta putar balik, kembali ke lokasi asal.

“Seluruh titik yang sudah kita persiapkan baik 17 titik check point maupun 14 titik penyekatan akan beroperasional mulai nanti malam pukul 24.00 WIB,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (5/5).

Sambodo menuturkan, di wilayah hukum Polda Metro Jaya, sebanyak 1.313 personel dikerahkan melalukan penyekatan. Semua kendaraan yang melintas akan diperiksa satu per satu. Bagi yang terindikasi akan mudik, langsung diputar balikan.

Perjalanan hanya boleh dilakukan oleh kendaraan angkutan barang atau logistik, kemdaraan dinas, warga yang hendak mengunjungi orang meninggal dunia atau sakit, dan ibu hamil yang akan bersalin. (*/cr1)

Sumber: jambione.com

News Feed