oleh

Kantor Staf Presiden Serap Aspirasi Warga Kabupaten Banyumas

Purwokerto-  Kantor Staf Presiden (KSP) menyerap aspirasi warga Kabupaten Banyumas, Cilacap, dan sekitarnya melalui kegiatan “KSP Mendengar” guna menampung saran maupun masukan kepada pemerintah.

Kegiatan yang digelar di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis siang, diikuti perwakilan dari berbagai organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi, dan elemen masyarakat lainnya.

Di sela acara, Tenaga Ahli Kedeputian IV KSP Ngatoilah menjelaskan tujuan dari kegiatan tersebut adalah upaya membuka kanal baru dari Kantor Staf Presiden untuk secara langsung turun ke masyarakat guna mendengarkan apa yang menjadi aspirasi mereka.

“Aspirasi, baik berupa masukan, keluhan, maupun apa pun, yang menjadi keresahan mereka, bahkan bisa jadi apresiasi. Kami tidak membatasi apa yang akan mereka sampaikan,” katanya.

Baca Juga  Pensiunan Dapat Diskon PBB 75 Persen

Oleh karena konsep kegiatan tersebut adalah “KSP Mendengar”, pihaknya akan mendengar apa pun yang menjadi aspirasi masyarakat.

Menurut dia, hal itu ibarat “memotong kompas” bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi ke Istana Negara, Jakarta, namun terkendala oleh jarak yang cukup jauh dan hal-hal teknis lainnya.

“Maka, kami jemput bola ke lapangan untuk mendengarkan langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dan harapannya ini bisa kami bawa ke Jakarta,” katanya.

Jika persoalannya menyangkut kementerian/lembaga, pihaknya menyampaikan ke kementerian/lembaga.

“Apabila menyangkut kebijakan pemerintah secara luas, berarti akan kami serahkan kepada Presiden untuk menjadi bagian masukan dari Kantor Staf Presiden, tentu melalui prosedur karena kami punya pimpinan, Pak Moeldoko selaku Kepala Kantor Staf Presiden,” katanya menjelaskan.

Baca Juga  Ketua Dewan Pers Kembangkan Jurnalisme Pancasila

Ngatoilah mengatakan bahwa kegiatan “KSP Mendengar” yang digelar sejak pertengahan tahun 2020 telah digelar di sembilan daerah secara luring dan Purwokerto merupakan kota kesembilan.

Bahkan, kata dia, Purwokerto merupakan kota pertama yang menjadi penyelenggaraan kegiatan “KSP Mendengar” pada tahun 2021.

“Sebelumnya, kegiatan ‘KSP Mendengar’ digelar di tingkat provinsi. Pada tahun ini mulai menyasar ke daerah-daerah dan Purwokerto merupakan kota pertama dari target 40 kota pada tahun 2021,” katanya.

Dalam kegiatan “KSP Mendengar”, berbagai saran dan kritik disampaikan oleh perwakilan dari sejumlah perwakilan organisasi kemasyarakatan yang menghadiri acara tersebut, salah satunya disampaikan M. Johar dari Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Banyumas.

Baca Juga  Sisa 10 Hari, Masih Ada Waktu Daftar SMK Gratis di Jateng

Dalam kesempatan tersebut, Johar mengharapkan penangkapan terduga teroris oleh Detasemen Khusus 88/Antiteror di sejumlah daerah secara diam-diam dan tidak ekspos secara besar-besaran oleh media massa agar tidak menimbulkan ketakutan pada masyarakat.

“Kalau dalam istilah Banyumas kena iwake ora buthek banyune (kena ikannya tetapi airnya tidak keruh, red.). Model-model seperti itu saya kira bagus, kemudian nanti dilakukan pembinaan, kalau tidak bisa dibina, ya, dibinasakan (dijatuhi hukuman mati, red.),” katanya. (*/cr8)

sumber : jateng.antaranews.com

News Feed