BATAM – Seratusan orang tua calon siswa SMA di Batamcenter mendatangi kantor Wali Kota Batam. Mereka mengadu dan meminta dibantu agar anak mereka yang tinggal dekat sekolah bisa diterima. Dengan sistem zonasi, anak mereka dinilai harusnya diterima. Nyatanya, banyak anak-anak yang tinggal di dekat sekolah namun tidak diterima dengan alasan kuota penuh. Hingga warga merasa sekolah dekat rumah mereka cuma pajangan saja karena anak-anak mereka tidak terima di sekolah yang merupakan tetangga mereka.
Demo ratusan orang tua ini berlangsung Selasa (7/7). Yang demo adalah warga yang berasal dari perumahan Taman Raya, Bukit Raya, Botania, Marcelia, BSI Reciden dan Pesona Asri. Walau urusan SMA sederajat ada di tangan Pemerintah Provinsi Kepri, namun mereka memilih ke kantor Wali Kota.
Mereka minta, Rudi membantu mencari solusi, agar anak mereka bisa diterima di sekolah dekat rumahnya. Diantara orang tua calon siswa yang ikut serta, anaknya tidak diterima di SMA Negeri 3 Batam. Sementara anak temannya yang tinggalnya lebih jauh dari rumahnya bisa diterima.
“Katanya sistem zonasi, tapi anak saya tidak terima di SMA Negeri 3. Padahal yang lebih jauh tempat tinggalnya dari rumah kami bisa diterima,” cetusnya.
Diakui jarak antara rumahnya dengan SMA Negeri 3 Batam, hanya sekitar 1,1 Km. “Kami minta pak Wako untuk membantu ke Disdik Kepri agar anak kami bisa disekolah terdekat, SMA 3,” imbuh dia.
Sementara orang tua calon siswa lainnya, mengaku jika mereka berharap, selain SMA 3 Batam, anaknya bisa disekolah negeri lain. Dimana untuk daerah Batam Centre, anak-anak mereka berharap bisa sekolah di SMA 20, SMA 21, SMA26 dan SMA negeri 15 Batam.
“Kami minta dibantu, karena kondisi ekonomi sekarang juga sulit. Kalau disekolah swasta, kami sanggup,” kata orang tua calon siswa lain.
Usai pertemuan Wali Kota Batam, orang tua calon siswa mengaku dijanjikan untuk diteruskan ke Gubernur. Nantinya, Dinas Pendidikan Batam, akan mendata calon siswa yang tidak diterima di SMA Negeri 3 Batam.
“Nanti setelah didata Disdik Batam, baru pak Wali akan bicara dengan Gubernur Kepri,” ujar seorang orang tua siswa yang hadir.(mbb/luarbiasa.id)











Komentar