Jakarta- Waste4Change siap berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan pengemasan dan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) untuk mengurangi volume sampah kemasan yang tidak terurus dan berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Founder dan Managing Director Waste4Change, M. Bijaksana Junerosano, mengungkapkan bahwa permasalahan sampah masih menjadi isu yang besar untuk negeri ini.
“Lebih dari separuh sampah yang diproduksi masih masuk ke TPA, yang kemudian diikuti dengan pengelolaan yang masih belum bertanggung jawab seperti dibakar, dikubur. Ada pula sampah-sampah yang tidak terkelola yang kemudian mencemari lingkungan kita, baik itu daratan maupun perairan Indonesia. Hal ini menjadi berat dan sulit bila hanya mengandalkan satu pihak saja,” ungkap Sano saat membuka webinar, dikutip dari siaran resmi, Senin.
Seluruh pihak yang terlibat, mulai dari swasta, pemerintah, asosiasi dan komunitas perlu bekerjasama untuk menangani masalah itu, kata dia.
Greenpeace pada 2019 melaporkan bahwa sebanyak 855 miliar sampah kemasan terjual di pasar global, dengan Asia Tenggara memegang pangsa pasar hingga 50 persen. Hal ini diperkirakan akan meningkat hingga 1,3 juta triliun kemasan pada 2027.
Sementara itu, Sustainability Manager Tetra Pak, Reza Andreanto memaparkan bahwa untuk menciptakan kemasan makanan dan minuman masa depan yang berkelanjutan, produsen dan perusahaan pengemasan perlu mempertimbangkan banyak hal, awalnya dari bahan baku yang dipilih, harus diperhatikan berasal dari sumber daya terbarukan yang dikelola secara bertanggung jawab dan pada akhirnya harus dibuktikan untuk dapat didaur ulang.
“Kemasan karton Tetra Pak, rata-rata terbuat dari 70 hingga 75 persen karton dan sisanya merupakan lapisan tipis plastik polimer dan aluminium,” kata Reza.
Dia mengemukakan Tetra Pak berupaya terus berkontribusi dalam ekonomi sirkular rendah karbon dengan memastikan bahan baku yang digunakan bersumber secara bertanggung jawab didukung dengan adanya sertifikasi material. Kemudian, menggunakan material terbarukan, yaitu berbasis hasil hutan atau tanaman dan bekerjasama dengan pemain di seluruh rantai pasokan pengelolaan sampah.
Selain mempertimbangkan bahan baku kemasan dan sumbernya, Tetra Pak juga berkolaborasi dengan berbagai pemain di rantai pasokan pengelolaan sampah, salah satunya bekerja sama dengan Waste4Change dan IPF yang tidak hanya untuk memperkuat infrastruktur pengumpulan, pemilahan, dan daur ulang kemasan karton, namun juga terjun langsung dalam edukasi konsumen mengenai kemasan karton. (*/cr8)
sumber : antaranews.com










